Mau Buka Franchise Indomaret atau Alfamart? Pahami Dulu Analisa Usahanya

Mau Buka Franchise Indomaret atau Alfamart? Pahami Dulu Analisa Usahanya

Apakah Anda sedang mencari analisa usaha franchise Indomaret dan Alfamart karena tertarik berinvestasi di bisnis ini? Tenang, Anda tidak sendirian karena usaha di bidang waralaba franchise memang masih sangat diminati dari dulu sampai sekarang, terutama untuk brand minimarket besar seperti Alfamart maupun Indomaret.

Mengapa Banyak Investor Tertarik Membuka Franchise Indomaret atau Alfamart?

analisa usaha franchise Indomaret dan Alfamart

Franchise minimarket, khususnya Indomaret dan Alfamart, telah terbukti menarik banyak investor yang ingin membuka usaha. Sebagai contoh Alfamart, tercatat sejak tahun 2024 sudah memiliki lebih dari 5.100 gerai waralaba dan jumlah ini masih terus bertambah hingga sekarang. Lantas, faktor apa saja yang membuat kedua minimarket ini menjadi pilihan populer?

1. Brand Equity yang Kuat

Anda pasti setuju bahwa di antara banyaknya brand minimarket di Indonesia, Indomaret dan Alfamart adalah dua nama yang paling mendominasi. Keduanya telah dikenal oleh masyarakat luas selama bertahun-tahun, dan ini memberi Anda akses ke pelanggan yang sudah teredukasi tentang produk dan layanannya.

Jadi, sebagai mitra waralaba Anda tidak perlu repot menghabiskan waktu dan uang untuk membangun brand awareness. Anda juga tidak usah ribet melakukan promo sendiri untuk menarik perhatian pelanggan karena Anda cukup mengikuti program-program promosi yang sudah ditentukan oleh pusat. 

2. Sistem Operasional Sudah Jelas

Aspek lain yang membuat franchise Indomaret dan Alfamart begitu menarik adalah sistem operasional yang sangat terstruktur. Anda sebagai pemilik franchise tak perlu pusing memikirkan berbagai hal teknis yang kerap menjadi tantangan besar dalam menjalankan bisnis baru.

Selain itu, Anda juga akan mendapatkan pelatihan yang komprehensif guna memastikan bahwa setiap cabang waralaba dapat menjalankan operasional sesuai standar. Nah, dengan adanya sistem dan panduan yang jelas, potensi kesalahan operasional pun bisa Anda minimalisir sekaligus melakukan analisa usaha franchise Indomaret dan Alfamart dengan lebih fokus.

3. Stabilitas Omzet

Minimarket pada umumnya, seperti Alfamart dan Indomaret, menjual produk-produk kebutuhan harian, yang permintaannya tetap tinggi meski ada fluktuasi tren atau kondisi ekonomi yang berubah. Bahkan selama pandemi Covid-19 di saat banyak sektor usaha yang terdampak (termasuk bisnis restoran, hotel, dan cafe), bisnis minimarket tetap eksis dan bertahan.

Itu karena Indomaret dan Alfamart menjual produk-produk yang yang memiliki inelastic demand (permintaan yang tidak sensitif terhadap perubahan harga). Mulai dari sembako, camilan, bahan masakan, masker, sabun, dan produk sanitasi lainnya, jadi tak heran apabila omzet bisnis cenderung lebih stabil.

Perbandingan Analisa usaha franchise Indomaret dan Alfamart

analisa usaha franchise Indomaret dan Alfamart

Supaya Anda bisa menilai peluang, biaya, dan persyaratan yang paling sesuai dengan kemampuan dan target pasar, mari bandingkan analisa usaha dari dua raksasa minimarket ini:

1. Persyaratan

Selain melengkapi dokumen perizinan usaha minimarket seperti IMB, NPWP, NIB, Izin domisili, dan lain sebagainya, yang membedakan keduanya adalah syarat luas lokasi usaha. Untuk membuka gerai Indomaret, Anda membutuhkan area yang luasnya sekitar 120–200 m², sedangkan Alfamart membutuhkan area sedikit lebih luas, yakni 150–250 m².

2. Biaya Pembukaan Gerai Baru dan Estimasi Keuntungan

Dari segi modal dan potensi keuntungannya, berikut gambaran perbandingan antara franchise Indomaret dan Alfamart:

Indomaret

Total modal awal untuk membuka satu gerai Indomaret berada di kisaran Rp490 jutaan. Angka ini sudah mencakup berbagai kebutuhan utama seperti biaya lisensi waralaba untuk lima tahun, biaya promosi awal, persiapan toko, renovasi bangunan, penambahan daya listrik, serta pembelian berbagai perlengkapan toko baik elektronik maupun non-elektronik.

Dari sisi biaya royalti, Indomaret menerapkan sistem progresif berdasarkan omzet bulanan. Untuk yang omzetnya masih di bawah Rp175 juta per bulan, maka tidak ada royalti. Akan tetapi, bagi gerai yang omzet per bulan sudah mencapai Rp200 juta, Rp225 juta, dan seterusnya, maka akan dikenakan biaya royalti (mulai dari 2%).

Lalu, bagaimana dengan potensi keuntungan dan waktu balik modalnya? Jika dibandingkan antara analisa usaha franchise Indomaret dan Alfamart, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk balik modal adalah sekitar 3 – 5 tahun. Berikut gambaran logika perhitungannya:

  • Total investasi awal (modal awal) = Rp494 juta.
  • Rata-rata omzet bulanan toko Indomaret = Rp250 juta–Rp350 juta, tergantung lokasi dan traffic pembeli
  • Margin keuntungan bersih setelah dikurangi biaya sewa, gaji karyawan, listrik, logistik, dan royalti biasanya 4%–6% dari omzet.

Katakanlah jika omzet rata-rata gerai Anda Rp300 juta per bulan, dengan margin bersih 5%, maka keuntungan bersihnya sekitar Rp15 juta per bulan.

  • Dalam setahun, laba bersih = Rp15 juta x 12 bulan = Rp180 juta per tahun.
  • Maka waktu yang dibutuhkan untuk menutup total investasi adalah sekitar 2,7 tahun (Rp494 juta ÷ Rp180 juta).

Alfamart

Sistem kemitraan yang ditawarkan oleh Alfamart tergolong cukup fleksibel karena menyediakan tiga skema kerja sama, mulai dari franchise gerai baru, baru-konversi, hingga take over. Untuk pembukaan franchise gerai batu, modalnya menyesuaikan dengan jumlah rak dan ukuran gerai. 

Dimulai dari gerai kecil berukuran 30 m² dengan 9 rak, modal awalnya sekitar Rp300 juta, hingga ukuran gerai yang paling besar dengan luas 100 m² dengan 45 rak, modalnya bisa mencapai Rp500 juta. Kemudian dari segi biaya royalti, Alfamart menerapkan sistem serupa dengan Indomaret, yaitu berdasarkan omzet bulanan (mulai dari Rp200 juta).

Misalnya, Anda memilih membuka gerai tipe 18 rak dengan modal awal Rp350 juta (dengan asumsi omzet bulanan Rp250 juta dan margin laba bersih 5%), maka perhitungan balik modalnya:

  • Modal awal: Rp350 juta
  • Laba bersih per bulan: Rp250 juta x 5% = Rp12,5 juta
  • Laba bersih per tahun: Rp12,5 juta x 12 bulan = Rp150 juta
  • Estimasi waktu balik modal: Rp350 juta ÷ Rp150 juta = ± 2,3 tahun

Berdasarkan analisa usaha franchise Indomaret dan Alfamart di atas, manakah yang paling cocok dengan Anda? Meski masing-masing menawarkan skema kemitraan yang berbeda, namun satu hal yang patut Anda pertimbangkan, yaitu keduanya merupakan bisnis dengan potensi yang cukup stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Coretax Pajak|Asisten Pajak