Bagi pasangan suami istri, kewajiban pajak sering kali terasa lebih kompleks dibanding wajib pajak lajang. Dua sumber penghasilan, perubahan status pernikahan, hingga aturan penggabungan membuat pelaporan SPT menjadi lebih menantang.
Sayangnya, masih banyak pasangan yang melakukan kesalahan tanpa disadari.
Padahal dalam beberapa kasus, kekeliruan dalam pelaporan pajak dapat memicu:
π permintaan klarifikasi
π pembetulan SPT
π sanksi administrasi
π bahkan pemeriksaan pajak
Karena itu, memahami kesalahan yang paling sering terjadi adalah langkah penting agar kewajiban perpajakan tetap aman.
Artikel ini akan membahas:
β
Kesalahan fatal suami istri dalam pajak
β
Situasi yang berisiko diperiksa
β
Cara menghindarinya
β
Strategi aman saat lapor SPT
Mengapa Pajak Suami Istri Lebih Berisiko Salah?
Secara sistem, keluarga dipandang sebagai satu kesatuan ekonomi. Namun praktiknya tidak selalu sesederhana itu.
Kesalahan biasanya muncul karena:
- tidak memahami aturan penggabungan
- lupa melaporkan penghasilan pasangan
- salah memilih status pajak
- data tidak sinkron
Yang perlu dipahami:
Pemeriksaan pajak sering dipicu oleh ketidaksesuaian data β bukan semata karena penghasilan besar.
Kesalahan #1 β Tidak Melaporkan Penghasilan Istri
Ini salah satu kesalahan paling umum.
Misalnya:
π istri bekerja tetapi penghasilannya tidak dimasukkan ke SPT
π penghasilan dianggap tidak perlu dilaporkan
π bukti potong diabaikan
Padahal otoritas pajak menerima data langsung dari pemberi kerja.
Jika data tidak muncul di SPT?
π Sistem dapat menandainya.
Cara Menghindari:
β Selalu cek bukti potong
β Pastikan seluruh penghasilan tercatat
β Jangan berasumsi βtidak apa-apaβ
Kesalahan #2 β Salah Menentukan Status Penggabungan
Tidak semua pasangan harus menggabungkan penghasilan, tetapi tidak semua juga boleh memisahkan.
Kesalahan biasanya terjadi ketika:
π pasangan menggabungkan padahal seharusnya tidak
π atau memisahkan tanpa dasar yang jelas
Akibatnya?
Perhitungan pajak bisa menjadi tidak akurat.
Strategi Aman:
Tentukan sejak awal:
- ada pisah harta atau tidak
- sumber penghasilan istri
- jumlah pemberi kerja
Status pajak adalah fondasi pelaporan.
Kesalahan #3 β Lupa Melaporkan Penghasilan Tambahan
Selain gaji, banyak pasangan memiliki:
- penghasilan freelance
- usaha sampingan
- honorarium
- komisi
Sering dianggap kecil β lalu tidak dilaporkan.
Padahal akumulasi data bisa terlihat oleh sistem.
Tips:
π Catat setiap penghasilan, sekecil apa pun.
Lebih baik transparan daripada harus melakukan pembetulan.
Kesalahan #4 β Data Harta Tidak Sesuai dengan Penghasilan
Ini termasuk pemicu pemeriksaan yang cukup sering.
Contoh:
π membeli properti mahal
π menambah kendaraan
π memiliki investasi besar
Tetapi penghasilan terlihat tidak mencukupi.
Ketidaksesuaian ini dapat menimbulkan pertanyaan.
Cara Aman:
Pastikan pelaporan harta mencerminkan kemampuan ekonomi.
Kesalahan #5 β Tidak Memperbarui Status Pernikahan
Perubahan status sangat memengaruhi pajak.
Namun banyak yang lupa memperbaruinya.
Misalnya:
π masih tercatat lajang
π tidak menambahkan tanggungan
π NPWP belum disesuaikan
Akibatnya, data menjadi tidak sinkron.
Kesalahan #6 β Terburu-buru Saat Lapor SPT
Mendekati batas waktu, banyak wajib pajak panik.
Hasilnya:
β salah input
β dokumen terlewat
β penghasilan tidak lengkap
Padahal kesalahan kecil bisa berdampak panjang.
π Lapor lebih awal selalu lebih aman.
Tanda Pelaporan Pajak Perlu Ditinjau Ulang
Beberapa kondisi berikut sebaiknya membuat Anda lebih teliti:
β penghasilan naik signifikan
β ada aset baru
β memiliki beberapa sumber penghasilan
β pindah pekerjaan
Situasi ini meningkatkan kompleksitas pajak.
Apakah Kesalahan Pasti Berujung Pemeriksaan?
Tidak selalu.
Namun semakin besar ketidaksesuaian data, semakin tinggi risikonya.
Yang perlu diingat:
Sistem perpajakan modern sangat mengandalkan pencocokan data.
Karena itu, konsistensi menjadi kunci.
Strategi Aman Agar Tidak Berisiko
Berikut langkah sederhana namun sangat efektif.
β 1. Transparan Sejak Awal
Jangan menyembunyikan penghasilan.
β 2. Simpan Dokumen
Minimal beberapa tahun.
β 3. Lakukan Evaluasi Tahunan
Perubahan ekonomi = evaluasi pajak.
β 4. Jangan Menunda Pelaporan
Hindari terburu-buru.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi?
Pertimbangkan bantuan konsultan profesional jika:
π penghasilan mulai kompleks
π memiliki usaha
π aset meningkat pesat
Ini bukan tanda masalah β justru langkah preventif.
Kesimpulan
Kesalahan pajak suami istri umumnya bukan disebabkan oleh niat buruk, melainkan kurangnya pemahaman terhadap aturan.
Dengan memahami risiko dan menerapkan strategi pelaporan yang tepat, pasangan dapat menjalankan kewajiban perpajakan dengan lebih tenang sekaligus meminimalkan potensi masalah di masa depan.
Pajak yang dilaporkan dengan benar bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga bentuk perlindungan finansial bagi keluarga.
Baca juga :




