Cara Menghitung PPh 21 Orang Pribadi 2026 (Tarif + Contoh Lengkap)

Cara Menghitung PPh 21 Orang Pribadi 2026 (Tarif + Contoh Lengkap)

PPh 21 dihitung berdasarkan penghasilan kena pajak (PKP) dengan tarif progresif mulai dari 5% hingga 35%. Semakin tinggi penghasilan, semakin besar tarif pajaknya.

Banyak orang masih bingung bagaimana cara menghitung PPh 21, terutama untuk gaji bulanan. Jika Anda ingin tahu berapa pajak yang harus dibayar dan bagaimana cara menghitungnya dengan benar, panduan ini akan membantu Anda memahami secara lengkap dan mudah.

Di artikel ini, Anda akan belajar tarif terbaru, rumus perhitungan, serta contoh nyata agar Anda bisa menghitung pajak sendiri tanpa kesalahan.

Apa Itu PPh 21?

PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, atau pembayaran lain yang diterima oleh orang pribadi.

Pajak ini biasanya dipotong langsung oleh perusahaan atau pemberi kerja setiap bulan.

Tarif PPh 21 Terbaru

Tarif PPh 21 menggunakan sistem progresif, artinya semakin tinggi penghasilan, semakin tinggi tarif pajaknya.

Penghasilan Kena Pajak (PKP) Tarif
0 – 60 juta 5%
60 – 250 juta 15%
250 – 500 juta 25%
500 juta – 5 miliar 30%
Di atas 5 miliar 35%

Langkah Cara Menghitung PPh 21

Berikut langkah-langkah menghitung PPh 21:

  1. Hitung total penghasilan bruto
  2. Kurangi biaya jabatan dan iuran
  3. Dapatkan penghasilan netto
  4. Kurangi PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)
  5. Hasilnya adalah PKP
  6. Hitung pajak berdasarkan tarif progresif

Contoh Perhitungan PPh 21

Misalnya Anda memiliki gaji Rp10.000.000 per bulan:

  • Gaji tahunan: Rp120.000.000
  • PTKP (TK/0): Rp54.000.000
  • PKP: Rp66.000.000

Pajak yang harus dibayar:

  • Rp60 juta pertama × 5% = Rp3.000.000
  • Sisa Rp6 juta × 15% = Rp900.000

Total PPh 21 = Rp3.900.000 per tahun

Per bulan = sekitar Rp325.000

Simulasi Pajak Gaji Bulanan

Berikut simulasi sederhana:

Gaji Pajak per Bulan
5 juta ±100 ribu
10 juta ±325 ribu
15 juta ±700 ribu

Nilai ini bisa berbeda tergantung status dan tunjangan.

Apa Itu PTKP?

PTKP adalah penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Besarnya tergantung status:

  • TK/0: Rp54 juta
  • K/0: Rp58,5 juta
  • K/1: Rp63 juta

Kenapa Pajak Bisa Berbeda?

PPh 21 tiap orang bisa berbeda karena:

  • Status pernikahan
  • Jumlah tanggungan
  • Besarnya gaji
  • Tunjangan tambahan

Kesalahan Umum Saat Menghitung PPh 21

  • Tidak mengurangi PTKP
  • Salah memahami tarif progresif
  • Tidak menghitung tahunan

Tips Menghitung PPh 21 dengan Benar

  • Gunakan data penghasilan tahunan
  • Pahami tarif progresif
  • Gunakan simulasi untuk cek hasil

Hubungan PPh 21 dengan Pajak Progresif

PPh 21 menggunakan sistem pajak progresif. Semakin besar penghasilan, semakin tinggi tarif yang dikenakan.

Baca juga:

tarif pajak progresif terbaru

Pertanyaan Umum

Bagaimana cara menghitung PPh 21?

Dihitung dari PKP menggunakan tarif progresif.

Berapa persen PPh 21?

Mulai dari 5% hingga 35%.

Apakah semua gaji kena pajak?

Tidak, ada PTKP yang mengurangi pajak.

Apakah bisa hitung sendiri?

Bisa, dengan memahami rumus dan tarif.

Kesimpulan

Cara menghitung PPh 21 sebenarnya tidak sulit jika Anda memahami langkah-langkahnya. Dengan mengetahui tarif dan contoh perhitungan, Anda bisa memperkirakan pajak yang harus dibayar setiap bulan.

Pastikan Anda selalu menggunakan data yang benar agar perhitungan tidak salah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *