PPh 21 dihitung berdasarkan penghasilan kena pajak (PKP) dengan tarif progresif mulai dari 5% hingga 35%. Semakin tinggi penghasilan, semakin besar tarif pajaknya.
Banyak orang masih bingung bagaimana cara menghitung PPh 21, terutama untuk gaji bulanan. Jika Anda ingin tahu berapa pajak yang harus dibayar dan bagaimana cara menghitungnya dengan benar, panduan ini akan membantu Anda memahami secara lengkap dan mudah.
Di artikel ini, Anda akan belajar tarif terbaru, rumus perhitungan, serta contoh nyata agar Anda bisa menghitung pajak sendiri tanpa kesalahan.
Apa Itu PPh 21?
PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, atau pembayaran lain yang diterima oleh orang pribadi.
Pajak ini biasanya dipotong langsung oleh perusahaan atau pemberi kerja setiap bulan.
Tarif PPh 21 Terbaru
Tarif PPh 21 menggunakan sistem progresif, artinya semakin tinggi penghasilan, semakin tinggi tarif pajaknya.
| Penghasilan Kena Pajak (PKP) | Tarif |
|---|---|
| 0 – 60 juta | 5% |
| 60 – 250 juta | 15% |
| 250 – 500 juta | 25% |
| 500 juta – 5 miliar | 30% |
| Di atas 5 miliar | 35% |
Langkah Cara Menghitung PPh 21
Berikut langkah-langkah menghitung PPh 21:
- Hitung total penghasilan bruto
- Kurangi biaya jabatan dan iuran
- Dapatkan penghasilan netto
- Kurangi PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)
- Hasilnya adalah PKP
- Hitung pajak berdasarkan tarif progresif
Contoh Perhitungan PPh 21
Misalnya Anda memiliki gaji Rp10.000.000 per bulan:
- Gaji tahunan: Rp120.000.000
- PTKP (TK/0): Rp54.000.000
- PKP: Rp66.000.000
Pajak yang harus dibayar:
- Rp60 juta pertama × 5% = Rp3.000.000
- Sisa Rp6 juta × 15% = Rp900.000
Total PPh 21 = Rp3.900.000 per tahun
Per bulan = sekitar Rp325.000
Simulasi Pajak Gaji Bulanan
Berikut simulasi sederhana:
| Gaji | Pajak per Bulan |
|---|---|
| 5 juta | ±100 ribu |
| 10 juta | ±325 ribu |
| 15 juta | ±700 ribu |
Nilai ini bisa berbeda tergantung status dan tunjangan.
Apa Itu PTKP?
PTKP adalah penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Besarnya tergantung status:
- TK/0: Rp54 juta
- K/0: Rp58,5 juta
- K/1: Rp63 juta
Kenapa Pajak Bisa Berbeda?
PPh 21 tiap orang bisa berbeda karena:
- Status pernikahan
- Jumlah tanggungan
- Besarnya gaji
- Tunjangan tambahan
Kesalahan Umum Saat Menghitung PPh 21
- Tidak mengurangi PTKP
- Salah memahami tarif progresif
- Tidak menghitung tahunan
Tips Menghitung PPh 21 dengan Benar
- Gunakan data penghasilan tahunan
- Pahami tarif progresif
- Gunakan simulasi untuk cek hasil
Hubungan PPh 21 dengan Pajak Progresif
PPh 21 menggunakan sistem pajak progresif. Semakin besar penghasilan, semakin tinggi tarif yang dikenakan.
Baca juga:
Pertanyaan Umum
Bagaimana cara menghitung PPh 21?
Dihitung dari PKP menggunakan tarif progresif.
Berapa persen PPh 21?
Mulai dari 5% hingga 35%.
Apakah semua gaji kena pajak?
Tidak, ada PTKP yang mengurangi pajak.
Apakah bisa hitung sendiri?
Bisa, dengan memahami rumus dan tarif.
Kesimpulan
Cara menghitung PPh 21 sebenarnya tidak sulit jika Anda memahami langkah-langkahnya. Dengan mengetahui tarif dan contoh perhitungan, Anda bisa memperkirakan pajak yang harus dibayar setiap bulan.
Pastikan Anda selalu menggunakan data yang benar agar perhitungan tidak salah.




